Info Corona Update

COVID-19 ID

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL WAFAT
ORANG
Meninggal

Rumus Perkawinan Ayam Untuk Mendapatkan Keturunan Super

Membongkar Rahasia Cross Brerding




    Inilah rumus rahasia yang di simpan puluhan tahun untuk menghasilkan ayam yang berkualitas sesuai dengan keinginan kita. sebagai penghobi ayam kita pasti mempunyai impian mempunyai ayam yang berkualitas sesuai dgn kita inginkan bahkan bisa untuk jembatan kesuksesan sebagai penghobi berternak ayam. sebagaian besar pengembang mempunyai tujuan sama ya itu hasil dari breding kita dapat mengalahkan yang lain, tp semuanya tidak dapat di dapat tanpa rumus cara mendapatkan ternakan yang bekualitas tinggi. selama ini yang di lakukan para penghobi hanya sebatas perkawinan tanpa rumus, dan hasilnya tidak dapat memmuaskan karena tidak sesuai dengan apa yang di impikannya.

Aplikasinya denganmenggunakan prinsip Cross Breed, Inbreed dan Line breed secara sistematis dan tercatat dgn detail.


Menurut Mr. Steven, bila kita sukses mengembangkan metode ini, maka kita akan ongkang2 kaki bisamenikmati hasilnya selama 20 tahun lebih…!! Sungguh luar biasa bukan, Teori population genetics hanya cocok diterapkan oleh breeder yang serius, konsisten dan mempunyai visi yang jauh ke depan. Jadi harus diawali dengan suatu impian yang besar dan tindakan secara nyata dan tertulis, tentang kualitas ayam yg nantinyaingin kita hasilkan.Berikut penerapannya di lapangan :

Tahapan ternak berdasar teori ini :

Cross breed 1 -----> 2. inbreed -----> 3. line breed -----> 4. cross breed II1.

   Cross breed 1 Sebelum mulai ternak, kita harus memindset otak bawah sadar kita, kata lainya adalah membayangkan  atau visualisasi dulu. Berkhayal atau visualisasi tentang seperti apa typical karakter ayam terbaik yang kita idam2kan. Bukan sekedar ikut2an hanya melihat ayam juara yang ada. Ayam juara belum tentu sempurna. Maka khayalan kita harus jauh lebih bagus dari sekedar juara. Agak idealiskelihatannya, tapi inilah cita cita yang harus dicapai, bagaimanapun sulitnya mendapatkan ayam yang di kagumi oleh dunia perbreedingan ayam...

Untuk cross breed 



Baca Juga:

Jenis Penyakit Pada Ayam Dan Cara Pengobatanya

Inseminasi Buatan Cara Terbaik Untuk Mendapat Bibit Unggul

1. Carilah pasangan indukan sesuai dgn kriteria khayalan kita tsb. Memakai ayam juara lebih dianjurkan. Tapi jangan asal comot ya!!!. Ayam juara banyak ragam typikal kerjanya. Misalkan ingin punya ayam dgn pukul keras, maka carilah ayam juara yg tipikal kerjanya pukul keras. Kemudiancari juga pasangan betinanya yg keturunan ayam pukul keras untuk ayam tarung, jika ayam hias di lihat dari kreteria kesempurnaanya dari bulu atau tubuh bahkan suaranya sesuai dengan pandangan kita.
   Di contohkan ayam petarung atau di sebut ayam laga. bs jg di aplikasikan ke ayam hias bahkan ayam kokok.
Hasil dari cross breed 1 ini diharapkan muncul ayam2 dgn karakter pukul keras secara merata pada anakannya.Cross breed 1 ini dianggap tahap yg paling penting utk pondasi tahapan breeding berikutnya. Hasilanakan 75% harus rata karakternya. Ini untuk menghindari resiko besar pada tahapan breeding selanjutnya (inbreed), dan menghindari set back yg bisa membuang waktu sia sia.


2. Inbreed :


Tujuan inbreed adlh mencetak breeder (parental stock) yg menyatukan sifat2 positif yg dimiliki agar lebih kuat daya turun ke anaknya (dominan).Hasil inilah yg disebut 'investasi', modal dasar dan aset ternakan kita yg sangat berharga. Anakan hasilinbreed, biasanya tidak memiliki ‘vitalitas’. Yaitu rentan terhadap penyakit, dan fisik/staminanya loyo.Ini tidak menjadi masalah, karena tujuan utamanya adalah untuk parental stock, bukan untuk dijadikanfighter. Sukur2 kalo ternyata hasilnya bisa jadi petarung. Pada akhirnya, kurangnya vitalitas ini dapat diperbaiki melalui tahapan berikutnya.

3. Line breed :


Setelah dapat 'modal' dari inbreed, diperkuat lagi dgn line breed. Bila dipasangkan (misalnya) dgn paman yg punya pukul keras, hasilnya sudah bisa dipastikan : ayam dgn karakter pukul sempurna ygsangat dominan. Mungkin inilah yg dimaksud oleh Steven sebagai 'super breed'. Yaitu ayam yg memiliki daya turun breeding yg kuat terhadap anak2nya.

4. Cross breed 2 


:Super breed ini boleh dicoba utk disilang dgn ayam dari trah lain (cross breed ke 2). Tujuannya utk menambah daya vitalitas dan menyempurnakan karakter. Kalau di cross dgn ayam lain yg pukul keras,hasilnya pasti ayam dgn pukulan sempurna. Kalau di cross dgn ayam yg sifatnya agak berbeda,
 teknik bagus misalnya, maka pukul kerasnya tidak akan hilang. Justru kita berharap ayam dgn tipikal pukulkeras dan teknik bagus. Inilah yang dimaksud Mr. Steven sebagai ‘Super fighter’.

Beberapa prinsip yg harus dipahami :


1. Tujuan utama teori population genetics adalah untuk melestarikan karakter/sifat-sifat unggul dariindukan (untuk mudahnya kita pake saja istilah "geno-type") , bukan mempertahankan ciri-ciri fisik (feno-type). Dgn kata lain, tujuan teori ini adlh menciptakan ‘super ‘breeder’.

2. Inbreeding pada prinsipnya adalah upaya menggabungkan sifat-sifat/ karakter 2 individu yang berbeda, baik karakter yang positif maupun negatif. (Ingat, tidak ada ayam yg sempurna). Olehkarenanya rumus inbreeding adalah "the best vs the best".

Mr. Breemen memakai istilah super breeder vs super breeder. Yang kedua, super breeder harus mempunyai karakteristik yg dapat mendukung"khayalan" kualitas ayam yg ingin dihasilkan dari ternak kita. Misalnya kalau kita menghayalkan bahwa hasil ternakan kita harus teknik bagus, maka cari indukan yg teknik bagus. Kalau sekarang belum memiliki atau belum mampu memiliki indukan yg "ideal", menurut saya tidak perlu khawatir karena kualitas indukan dapat diperbaiki melalui cross-breeding.Mungkin ada yg bertanya, kalau kita sudah punya "super breeder" kenapa tidak itu saja diternak dannggak perlu repot-repot pake teori population genetics?? jawab : Kalau tujuan kita ternak hanya jangka pendek memang teori population genetics tidak perlu,tapi seperti dijelaskan sebelumnya, tujuan kita adalah jangka panjang. Perlu diingat bahwa super breeder yg kita punya suatu saat akan mati, mandul, atau sakit. Kalau ini terjadi maka kita kehilanganmodal. Itu sebabnya banyak peternak besar yg gagal mempertahankan standard kualitasnya dan terusmenurun. Dan banyak ayam2 juara yg terputus generasinya.

3. Cross-breeding yg pertama adalah pada saat awal memulai ternak dimana indukan berasal dari duadarah (strain) yg berbeda sedangkan cross-breeding yg kedua dilakukan dengan dua tujuan, yaituapabila kita ingin memproduksi petarung dan untuk memperbaiki kualitas darah yg sudah ada(menambahkan elemen baru atau "additive characteristics" yg sudah ada).

4. Aplikasi teori population genetics menuntut adanya sistem seleksi yg ekstra ketat. Beberapa waktuyg lalu ada pendapat yg mengatakan untuk bisa memakai sistem inbreeding, maka kita harus menjadiahli "membunuh". Istilah ini sebenarnya hanya untuk memberikan tekanan bahwa anakan yg akanmelanjutkan generasi indukan harus diseleksi secara ketat. Pilihlah anak betina yg mirip bapaknya dananak jantan yg mirip ibunya. Yang perlu dipahami, pengertian "mirip" disini bukan mirip secara fisik,tapi yg lebih penting adalah karakternya (tetapi kalau secara fisik juga mirip ya tidak apa-apa). Di sinilagi-lagi diperlukan "feeling" dan keahlian dalam melakukan seleksi. Agar kita bisa melakukan seleksi,misalnya untuk mengambil 1 pasang pada setiap generasi kita tetaskan 3 X, lalu dari situ dilakukanseleksi untuk menentukan 1 pasang yg akan melanjutkan karakter moyangnya (ancestors).

Semakin banyak pilihan yg akan diseleksi, akan semakin bagus.

5. Hasil inbreeding selalu ditandai dengan ciri-ciri kehilangan vitalitas (ayam hasil inbreedingmenunjukkan gejala penurunan vitalitas). Prof. Anker bahkan menegaskan bahwa semakin besar hilangnya vitalitas pada ayam hasil in-breeding berarti effek dari inbreeding itu lebih bagus ( confusedconfused ).Ayam hasil inbreeding tidak cocok untuk tarung, tapi hanya cocok untuk menjadi indukan (orang eropa biasanya beli burung bukan untuk dimainkan tapi untuk breeding). Turunanya nanti yang dimainkan.Vitalitas yang hilang itu akan didapatkan kembali apabila hasil inbreeding di-cross dengan ayam lain.Inbreeding dimaksudkan untuk membangun sifat-sifat yang akan selalu diturunkan kepada turunannya(offspring), sedangkan cross-breeding untuk menambah sifat-sifat/ karakter yang sudah ada sepertimenambah vitalitas, karakter dan kekuatan.Dengan in-breeding kita bisa memperbaiki kualitas yang jelek. In-breeding adalah pengurangan variasiatau keragaman. Semakin banyak/sering suatu darah tertentu (strain) dilakukan in-breed maka aturunannya akan mirip satu sama lain.Menjodohkan bapak dan anaknya yg cewek atau ibu dengan anaknya yg cowok lebih efektif hasilnyadari pada menjodohkan kakak dengan adiknya (meskipun sama-sama in-breeding tapi sepertinyadampaknya berbeda).

Selamat mencoba keberhasilan anda terletak pada kesabaran dan ketekunan impian besar pastinya di tebus dengan usaha yang besar juga di iringi dengan doa dan rasa syukur yang mendalam. berbagi ilmu pengetahuan menambah wawasan kita. Semoga dapat memajukan perAyaman Indonesia yang kaya akan jenis ayam yang berkualitas dunia.

Berlangganan via Email