Info Corona Update

COVID-19 ID

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL WAFAT
ORANG
Meninggal

Kunci Menuju Kebahagian




Hidup hanya sekali, bahagia adalah tujuan dan impian setiap Manusia, mana ada manusia yang tidak menginginkan.

 Rumus Kebahagian

Mari kita Sadari bahwa kebahagiaan berawal dari diri sendiri, bukan dari orang lain melainkan dalam hati kita masing masing, orang lain hanya sebagai penonton saja
Bagaimana kita membangun kebahagian kita? Kebahagian yang senantiasa berada dalam diri kita

Jangan banding-bandingkan diri kita dengan orang lain (Ini adalah Kunci Utama), entah teman atau tetangga, kita tidak perlu membandingkan diri kita. Pada dasarnya manusia di ciptakan berbeda satu dengan lainnya. Berbeda secara fisik, berbeda secara psikis, berbeda rezeki, berbeda keberuntungan. Walau manusia di ciptakan hakekatnya "SAMA"!! Apabila kita membandingkan diri kita dengan orang lain akan menimbulkan penyakit hati inilah yang menyebabkan kita tidak bahagia. Sebagai contoh yang sering kita alami adalah : di sebuah perusahaan mempunyai karyawan. di perusahan itu terdapat beberapa devisi dan setiap devisi katakanlah ada beberapa orang, di antaranya ada kepala devisi dan jabatan yg lain. Beberapa yang lain mempunyai jabatan yang sama bahkan jobdisk yang katakanlah sama walau tidak persis, tetapi mereka di gaji yang berbeda, karena hal ini karyawan. (G) katakanlah begitu, ini hanya fiktif aja untuk memudahkan merumuskan "KUNCI BAHAGIA" tidak terima atas karena karyawan (G) di gaji lebih besar dan di ketahui oleh karyawan (87) katakanlah seperti itu, dan si 87 membandingkan gajinya dan pekerjaannya dengan G dan 87 tidak terima maka timbulah penyakit hati, si 87 Menceritakan kepada orang lain yang berbeda devisi karena harapan 87 mendapatkan yang sama dengan  G kemudian 87 berharap ceritanya di restui dan berharap orang itu bisa membantunya dan si 87, mengeluh kepada jabatan yang lebih tinggi bahwasanya gajinya tidak cukup untuk biaya hidup, bahkan si 87 mengorbankan waktu yang seharusnya untuk keluarga artinya dia menghalalkan segala cara, demi uang yang di anggapnya dapat menolong kehidupannya. Si G mengetahui apa yang di lakukan 87 tetapi dia cuek karena G selalu bersyukur apapun yang dia peroleh dan selalu meningkatkan kualitasnya berbanding terbalik dengan 87, si G berangkat pagi sebelum pekerjaan di mulai dan tepat waktu dalam bekerja selalu berfikir positif dan tidak membandingkan walau temannya mengosibkannya walau temannya mengadukannya. G selalu berfikir positif bahwa rejeki itu bukan hanya material seperti uang. Padahal kesehatan, kebahagian,dll, itu juga rejeki atas prestasinya dan kerja kerasnya si G mendapat kenaikan gaji terus dan mendapat promosi jabatan dan mendapat berita gembira di luar pekerjaan sepertihalnya kesehatan , kebahagian keluarga, anak yang sehat, tanamanya yang berbuah lebat, selalu senyum gembira, menyapa dan berjabat tangan dengan yang lainnya. Tidak pernah mengejek, membenci, tidak pernah ngotot seakan lebih pintar.

Dari cerita singkat di atas walau fiktif (tidaknyata) kalau memang ada kesamaan cerita itu hanya kebetulan saja, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa "KUNCI KEBAHAGIAN" itu

*Dilarang mencampuri urusan orang lain apa pun urusanya.
*Selalu Usahakan membuat orang lain tersenyum
*Jangan Pernah suka menghalalkan segala cara (ini hanya sementara membahagikanaya dan cenderung menghancurka)
*Memaafkan semua orang, apapun kesalahanya
*Hindari suka bergosip hal yang tidak penting ini akan berefek negatif ke kita
*Berkeyakinanlah dengan kuat bahwa setiap hari adalah yang baik, penuh keberuntungan
*Perbanyaklah selalu tersenyum ini artinya kita memberi energi positif terhadap orang lain
*Jangan Pernah suka mengeluh terhadap keadaan selalu berdoalah dan berusaha tanpa melukai
*Sadari bahwa hidup adalah proses pembelajaran karena dengan ilmu kita belajar menuju kebahagian
*Hindari membandingkan dengan teman atau tetangga.
*Luangkan waktu untuk keluarga anak dan istri
*Jangan menempatkan diri kita menjadi orang paling rendah padahal kita mampu (artinya "sebenarnya kita mampu membeli emas tetapi kita menceritakan keorang lain kita tidak bisa membeli makan)
*Jangan suka ngotot, artinya anda memandang rendah orang lain (sok pinter)
*Selalu bersyukur apapun hasil dari jerih payah kita
*Jangan pernah kawatir besok anda tidak bisa makan karena itu bentuk kecewa terhadap sang MAHA PEMBERI REJEKI.

Mari kita bersama sama belajar menuju kebahagian yang hakiki, sejatinya kebahagian itu bukan ketika kita mempunyai banyak uang tetapi Bahagia itu ketika kita bisa merasakan Keadaan dan selalu bersyukur atas pemberian ALLAH terhadap kita.

Berlangganan via Email