Info Corona Update

COVID-19 ID

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL WAFAT
ORANG
Meninggal

Senjata Tradisional Jawa Kuno




Keris adalah lambang kejantanan dan ketangguhan kesatria pada masa sebelum abad ke 9 Sebelum Mashehi Berdasarkan Prasasti yang di temukan. keris penuh dengan Filosofi adat dan budaya kita sebagai keturunan Kesatria Yang tangguh dan bermatabat di mata dunia. Senjata tradisonal jawa kuno ini merupakan karya cipta masyarakat jawa dan sudah di kenal di jagat raya.

Bahan Pembuat Keris


Logam dasar yang digunakan dalam pembuatan keris ada dua macam logam adalah logam besi dan logam pamor, sedangkan pesi keris terbuat dari baja. Untuk membuatnya ringan para Empu selalu memadukan bahan dasar ini dengan logam lain. Keris masa kini (nèm-nèman, dibuat sejak abad ke-20) biasanya memakai logam pamor nikel. Keris masa lalu (keris kuna) yang baik memiliki logam pamor dari batu meteorit yang diketahui memiliki kandungan titanium yang tinggi, di samping nikel, kobal, perak, timah putih, kromium, antimonium, dan tembaga. Batu meteorit yang terkenal adalah meteorit Prambanan, yang pernah jatuh pada abad ke-19 di kompleks percandian Prambanan

Bagian Dari Keris


Keris atau dhuwung terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bilah (wilah atau daun keris), ganja ("penopang"), dan hulu keris (ukiran, pegangan keris). Bagian yang harus ada adalah bilah. Hulu keris dapat terpisah maupun menyatu dengan bilah. Ganja tidak selalu ada, tapi keris-keris yang baik selalu memilikinya. Keris sebagai senjata dan alat upacara dilindungi oleh sarung keris atau warangka.
Warangka, atau sarung keris (bahasa Banjar : kumpang), adalah komponen keris yang mempunyai fungsi tertentu, khususnya dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa, paling tidak karena bagian inilah yang terlihat secara langsung. Warangka yang mula-mula dibuat dari kayu (yang umum adalah jati, cendana, timoho, dan kemuning). Sejalan dengan perkembangan zaman terjadi penambahan fungsi wrangka sebagai pencerminan status sosial bagi penggunanya. Bagian atasnya atau ladrang-gayaman sering diganti dengan gading.

Pada pangkal wilahan terdapat pesi , yang merupakan ujung bawah sebilah keris atau tangkai keris.



Keris di buat oleh seorang pengerajin Atau Pandai besi yang istilah sebutanya Adalah "Empu" dalam arti sebenernya adalah sebuah gelar Kehormatan untuk pembuat keris para pembuat keria tidak begitu saja membuat keris seperti pada jaman sekarang membuat senjata tajam. Seorang empu pembuat keris pada jaman dahulu mereka membuat keris dengan berbagai macam ritual dan mereka membuat keris berdasarkan Si pemesan keris dari mulai weton dan karakter si pemesan di sesuaikan dengan keris yang di gunakan.



Istilah Keris


 Keris Hadiah Atau keris modern  Keris yang sengaja dibuat untuk hadiah seseorang atau untuk diperdagangkan hanya untuk hiasan atau pajangan bisa jg di sebut keris replika, keris ini biasanya dibuat sederhana atau juga ada yang dibuat indah dan sangat menarik, namun isi atau tuahnya tidak ada. Keris-keris model ini biasa dibuat oleh pengrajin dan bukannya seorang Empu Keris. Dalam sehari seorang pengrajin keris ini dapat membuat  sampai 20 keris bahkan klo karyawannya banyak bisa lebih dari itudan biasa diperjualbelikan sebagai barang Dagangan

Keris Ageman  suatu keris yang hanya menonjolkan keindahan bentuk atau model keris tersebut. Keris yang demikian ini tidak ada isinya karena Sang Empu pada saat membuat keris tanpa melakukan tapa brata dan upacara-upacara tertentu. . Dalam sehari seorang Empu keris ini dapat membuat sampai 5 buah.



Keris Tayuhan Sebuah keris yang dibuat oleh seorang Empu melalui upacara-upacara khusus, biasanya pada jaman dahulu ada seseorang yang memesan Keris pada seorang Empu untuk suatu keperluan, untuk kewibawaan, memudahkan dapat rejeki atau juga untuk penolak bala. Kemudian sang Empu membuat keris sesuai keinginan dari pemesannya dan tentu saja keris tersebut memiliki tuah atau isi sesuai keinginan dari sang empu. Biasanya Keris model ini sederhana tapi ada juga yang dibuat indah dan menarik. Dalam setahun seorang Empu keris dapat membuat 1 atau lebih dan rata rata tidak lebih dari 4

Keris Pusaka  Sebuah keris yang dibuat oleh seorang Empu keris yang memiliki ciri – ciri indah dan memiliki tayuhan. Tentu saja pada saat pembuatan melakukan upacara-upacara khusus agar keris tersebut bertuah. Dalam setahun seorang Empu keris dapat membuat 1 atau 2 keris 



Ciri Keris Sepuh


Sepuhan meneliti ada tidaknya sepuhan pada bilah keris, keris-keris tua biasanya terdapat sepuhan untuk menguatkan bilah keris tersebut. pada sebuah keris yang dilakukan penyepuhan akan terlihat sekali perbedaan warna pada area bilah yg dilakukan penyepuhan dan yang tidak dilakukan penyepuhan dan biasanya sepuh ini dilakukan pada bagian bilah mulai dari ujung bilah dengan panjang 1/4, 1/2. atau sepanjang ¾ bilah , jarang sekali ada keris yang disepuh seluruhnya.



Gradasi Warna, dari ketiga acuan diatas akan dapat diperoleh adanya gradasi warna kemudian bandingkan keris yg asli dari jamannya dengan keris yg dicurigai baru. Jika memiliki sebuah keris tua / sepuh dan benar-benar asli tua bisa membandingkan bilah dan gradasi warna pada keris tersebut namun dengan catatan kedua keris di warangi dengan kualitas yang sama sebab ada jenis warangan tua, muda, dan setengah setengah tua, hal ini juga akan berpengaruh sekali pada gradasi warna yang terjadi pada bilah keris. Perhatikan Model ganja, gandik, blumbangan dan ricikan yang lain apa sesuai atau apa ada yang tidak sesuai. Perlu diingat Para pembuat keris aspal (keris baru yang dituakan) juga pandai, mereka membuat keris yang benar-benar mirip dengan aslinya, detail sekecil apapun akan mereka buat untuk menyamai keris yang Tua dan asli.

Selorok meneliti ada tidaknya slorok baja, untuk keris tangguh setelah majapahit slorok baja kelihatan cukup jelas slorok ini bisa berwarna unggu, hijau atau abu-abu berada diseluruh tepi bilah dan slorok ini sebagai tajamnya besi. Untuk keris baru yang berkualitas dan dibuat dengan tehnik tempa yang baik akan keluar slorok baja ini. Agar lebih jelas bisa diwarangi dahulu.


lapisan besj, baja dan pamor, meneliti ada tidaknya lapisan baja, besi dan pamor, keris sepuh atau tua pasti dibuat dengan tehnik tempa yang benar masing-masing unsur (besi, baja dan Pamor) dibuat berlapis-lapis. Jadi sebuah keris tua besi harus berlapis, pamor harus berlapis dan baja juga harus berlapis.



 teknik kimiawi Anda bisa sedikit membandingkan tekstur korosi bilah keris yg terjadi melalui proses pemaksaan menggunakan bahan kimia yang umumnya permukaan bilah akan terlihat rusak serta pamornya akan terlihat redup atau samar2 (seperti gosong) namun kadang jika pamor dari bahan nikel masih terlihat sedikit mengkilap dari bahan nikelnya namun tidak nampak slorok pada bilah keris kadang ada bekas kikir di bagian wilah untuk menghaluskan bilah karena keris yang rusak karena terkena bahan kimia agar terlihat lebih pantas dilihat (misal meratakan luk, sogokan atau bagian lain pada bilah).

Keris Bagian Dari peninggalan yang penuh makna di baliķ kecantikan dan keindahanya dan buka hanya senjata tapi bermakna jati diri nenek moyang kita sebagai kesatria sejati. yang pemberani berani mengjadapi lawan langsung tanpa tedeng aling aling (tanpa pelindung) dalam arti bertarung berhadapan.
Mari kita lestarikan peninggalan nenek moyang kita sebagai jati diri bangsa ini yang suka akan kedamaian dan cinta kasih.



Foto Keris adalah Koleksi Pribadi :"KI GANDRUNGLILLAH"

Berlangganan via Email