Info Corona Update

COVID-19 ID

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL WAFAT
ORANG
Meninggal

Cara Mengetahui Kebohongan Seseorang

Add caption


Pait rasanya kalau kita di bohongi apalagi yang berbohong berada di sekitar kita. Bohong adalah menyatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan atau menyatakan sesuatu berlainan dengan sebenarnya. Misalnya, Faktanya sejukmenyejukan tetapi dikatakan panas dan gerah atau yang lainnya.
Bohong sering disebut juga dusta.

Dalam Bahasa Arab, Bohong disebut Kadziba. Musailamah mendapat gelar Al Kadzab karena ia suka berbohong. Berbohong atau berdusta termasuk akhlaq yang tercela karena akan merugikan orang lain. Untuk itu, sebagai anak islam ketika berbicara harus jujur atau mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataanya, Bangaimana cara mengetahui kebohongan seseorang?

Ciri kalau seseorang berbohong


1. Paling Sering Menggunakan Kata “sejujurnya” 


Seorang pembohong akan berusaha menegaskan kebohongannya agar pernyataannya terlihat benar. Ia sering menggunakan kata “sejujurnya” “sebenarnya” dengan tujuan penegasan, bukan pengakuan.

2. Kalimat Yang Di Gunakan Terpotong-potong 


saat seseorang mulai berbohong Dia cenderung kehilangan kata-kata untuk menjelaskan apa yang akan di sampaikan. Bukan terbata-bata, ia cenderung bicara tidak beraturan. Irama pembicaraanya tidak setabil

3. Paling Senang Apabila Tema Pembicaraan Teralihkan 


Jika kita mencurigai seseorang berbohong terhadap kita, cobalah segera mengalihkan topik pembicaraan. Alihkan untuk mengetes, rata-rata, orang yang jujur akan bingung dengan topik pembicaraan yang berganti tiba-tiba. Namun pembohong akan senang jika topik dialihkan untuk menghindari “kebohongannya” yang tadinya dibahas. Ini cara mereka menutupi agar kebohongan terkikis dan terbuka.

4. Sering Mengulangi Pertanyaan


Seseorang yang berbohong cenderung mengulangi pertanyaan ketika kita bertanya kepadanya. Misalnya, kita bertanya “Ke mana kamu tadi malam?” jika ia berbohong ia akan cenderung balik bertanya, “Ke mana aku tadi malam?”

5. Dia Sulit Menceritakan Kronologis Yang Sebenarnya.

Di dalam interogasi tersangka, polisi biasanya meminta mereka untuk menceritakan ulang kronologi cerita yang disampaikannya. Kalau ia berbohong, ia akan sulit menceritakan kembali apa yang sudah disampaikannya sebelumnya. Pasti cerita berubah tidak sama dengan awal dia bercerita. Karena pembohong cenderung bercerita tidak jujur.

6. Apabila Menjelaskan Sesuatu Tidak Akan Detail 


Kita mungkin berpikir bahwa pembohong akan berbelit-belit ketika menjelaskan sesuatu. Namun penelitian membuktikan bahwa sebetulnya pembohong cenderung menjelaskan sesuatu dengan tidak detail dan cenderung singkat, karena ada yang di tutupi untuk mengalihkan perhatian

7. Kesulitan Menjawab Suatu Pertanyaan 


spontan Polisi juga melakukan hal ini ketika menginterogasi seseorang. Awalnya ia ditanyai dengan pertanyaan yang sangat ringan, namun tiba-tiba ia ditanyai dengan pertanyaan yang lebih sulit. Jika ia terkejut dan terbata-bata, kemungkinan ia berbohong.

8. Secara Tiba-tiba Berbicara Formal 


Tipikal orang yang sedang berbohong ialah tiba-tiba berbicara formal dan tampak tidak santai walau berada di suasana yang santai. Kelihatan tidak tenang walau dia mencoba menenangkan diri.

9. Sedikit Lambat Dalam Menjelaskan Suatu Permasalan


Seorang yang berbohong biasanya memperlambat kata-katanya ketika mulai berbicarakarena mereka rata rata behati hati dalam menjelaskan Perhatikan irama dan nada bicaranya, jika dimulai dengan lambat,
 kemungkinan besar Dia berbohong.

10. Ketika Pembohong Berbicara Tak Jarang Pembohong Akan Terdiam Kurang Dari Tiga Detik


apabila kita sepontan memberi pertanyaan yang sulit. Maksudnya adalah untuk memikirkan kebohongan apa yang hendak disampaikan pembohong ke kita

Add caption


Penyakit yang timbul akibat bohong



1. Peningkatan Norepinefrin 


memicu timbulnya respon yang membuat detak jantung semakin cepat dan tekanan darah meningkat cepat, karena ada penarikan otot saraf ketika berbohong. Perpindahan, peradangan, spasme dari pembuluh darah, atau distensi dari struktur otot di kepala atau leher yang sensitif terhadap rasa nyeri Sakit kepala

2. Bisa Berakibat Sakit Jantung


Saat berbohong, tubuh seseorang mengeluarkan hormon (kortisol dan norepinefrin) yang dipicu oleh respons saat menghadapi kondisi di mana sesorang menghadapi dua pilihan.

3. Stroke Mendadak


Melakukan kebohongan sesekali memang tidak akan secara langsung terkena stroke. Tetapi, jika kebohongan menjadi kebiasaan, itu bisa membawa sesorang menemui risiko stroke yang semakin besar. Mereka yang berbohong setiap hari atau telah menyimpan rahasia besar selama bertahun-tahun mungkin akan lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan dibandingkan yang jarang berbohong.

Lebih baik jujur dari pada menyengsarakan kejujuran itu ibarat berlian yang menyala sejukmenyejukan. Memberi energi positif untuk lingkunan menenangkan jiwa gundah gulana.
Berbeda dengan bohong yang meresahkan banyak orang dan bisa menghancurkan diri sendiri. Merisak tatanan hidup, merusak perdamaian dan akan berakir pada keburukan terhadap pelaku. Semoga kita di jauhkan dari perilaku bohong. Apalagi penyebar kebohongan.. hidup damai yang sejukmenyejukan itu lebih indah...

Berlangganan via Email