Info Corona Update

COVID-19 ID

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL WAFAT
ORANG
Meninggal

Cara mengetahui masa depan dan memilih tanpa perantara peramal atau dukun


Di jaman sekarang banyak orang bingung dengan sendirinya sehingga datang ke peramal atau dukun untuk memprediksi masa depan mereka, padahal kita bisa melakukan tanpa bantuan mereka, dan tak jarang mereka meramal tidak benar atau melenceng jauh. Bagaimana mengetahui atau memilih sebuah pilihan untuk masa depan, kita bisa melakukan dengan metode yaitu sholat istiqaroh

Add caption

Yang pertama dengan metode sholat
Shalat Istikharah adalah sholat sunah yang dikerjakan untuk meminta petunjuk  ALLAH oleh mereka yang berada di antara beberapa pilihan dan merasa ragu-ragu untuk memilih atau saat akan memutuskan sesuatu hal. Spektrum masalah dalam hal ini tidak dibatasi. Seseorang dapat salat istikharah untuk menentukan di mana ia kuliah, siapa yang lebih cocok menjadi jodohnya atau perusahaan mana yang lebih baik ia pilih. Setelah salat istikharah, maka dengan izin ALLAH pelaku akan diberi kemantapan hati dalam memilih.
Sholat istikharah dapat di lakukan kapan saja tetapi waktu yang di anjurkan pada seprtiga malam tp bisa di lakukan siang pagi atau malam.

Membaca bacaan niat shalat istikharah di atas dalam hati sembari takbiratul ikhram.
Membaca doa iftitah.
Membaca suratan wajib, yaitu surat Al-Fatihah.
Membaca suratan pendek, suratan pendek yang utama di baca pada raka’at pertama adalah surat Al-Kafirun, dan pada raka’at kedua yaitu surat Al-Ikhlas.
Rukuk dengan membaca tasbih sebanyak 3 kali. I’tidal dengan membaca bacaannya.
Sujud pertama dengan membaca tasbih sebanyak 3 kali.
Duduk diantara dua sujud dengan membaca bacaannya.
Sujud kedua dengan membaca tasbih sebanyak 3 kali.
Bangkit dan ulangi tata cara tersebut.
Pada raka’at kedua di lanjutkan dengan duduk tasyahud akhir dengan membaca bacaannya. Salam 2 kali.
 Kemudian berdoa

 اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

ALLOOHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI'ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL 'ADZHIIMI. FAINNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WALAA A'LAMU WA ANTA 'AL-LAAMULGHUYUUBI. ALLOOHUMMA INKUNTA TA'LAMU ANNA HAADZAL AMRO KHOIRUN LII FII DIINII WAMA'AASYII FAQDURHU LII WA YASSIRHU LII TSUMMA BAARIKLII FIIHI WA INKUNTA TA'LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA'AASYII WA 'AAQIBATI AMRII WA 'AAJILIHI FASHRIFHU 'ANNII WASHRIFNII 'ANHU WAQDURLIL KHOIRO HAITSU KAANA TSUMMA RODH-DHINII BIHI.

 Yang artinya

"Wahai Allah, bahwasanya aku mohon pilihan olehMu dengan ilmu-Mu, dan mohon kepastian-Mu dengan kekuasaan-Mu, serta mohon kepada-Mu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, karena Engkaulah Dzat yang berkuasa, sedang aku tiada kuasa, dan Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui, sedang aku tiada mengetahui, dan Engkaulah Dzat yang mengetahui yang ghoib. Wahai Allah, jika adanya, Engkau ketahui bahwa urusan ini  adalah baik bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibat urusanku untuk masa sekarang maupun besoknya, maka kuasakanlah bagiku dan permudahkanlah untukku, kemudian berkahilah dalam urusan itu bagiku. Namun jikalau adanya, Engkau ketahui bahwa urusan itu
menjadi buruk bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibatnya persoalanku pada masa sekarang maupun besoknya, maka hindarkanlah aku dari padanya, lalu tetapkanlah bagiku kepada kebaikan, bagaimanapun adanya kemudian ridhoilah aku dengan kebaikan itu

Bagimana jawaban dari sholat istikharoh?

tuntunan yang paling banyak ulama berpendapat adalah dengan melaksanakan apa yang telah menjadi kehendak hatinya. Dengan berhusnuzhon bahwa Allah yang akan memberikan berbagai kebaikan melalui keputusannya tersebut artinya tetap kembali kepada diri kita yaitu kemantapan hati ini untuk melaksanakan hal yang baik, ALLAHlah yang memberi kemantapan dalam memilih bukan karena kita mengambil jalan tanpa petunjuk, saya tidak menyarankan untuk memprediksi dengan mimpi karena mimpi bisa berasal dari petunjuk setan yang menyesatkan, mimpi juga susah untuk di baca. Lebih baik dengan kemantapan hati. Kita seperti mempunyai GPS otomati yang terhubung dengan SANG MAHA MENGETAHUI.

Semoga kita senantiasa di beri jalan yang baik dan benar. Sukses bermetamorfosis menuju kebahagian.

Berlangganan via Email