Info Corona Update

COVID-19 ID

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL WAFAT
ORANG
Meninggal

Mewariskan Ilmu Lebih Baik Dari Harta


Add caption


Saya sangat berterima kasih untuk almarhum ayah yang selalu mengajar dan mendidik saya hingga menjelang beliau tiada, banyak pesan yang selalu terlintas di benaku salah satunya tentang pentingnya ilmu, " wariskanlah ilmu kepada anak cucumu selalu perbaikilah ahklakmu" ini lah kata kata beliau yang tak bisa terhapus dari memori otak saya.

bahwa ilmu membuat seseorang menjadi mulia baik itu di hadapan manusia maupun di hadapan Allah. Tetapi harus di barengi ahklak yang baik. Seperti dalam salah satu surat nya yang berbunyi

 اَمَنُوْآ اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجَلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَ الَّذِيْنَ اُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَتٍ وَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ـ المجادلة

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis.” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu.” maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Mujadilah: 11). Penjelasan Ayat Surah
al-Mujadilah ayat 11 menerangkan tentang etika (sopan santun) bila berada dalam suatu majlis dan kedudukan orang yang beriman, serta orang yang berilmu pengetahuan.



(QS. Al Mujaadilah 58:11)

Kenapa Allah meninggikan orang orang yang berilmu , karena orang berilmu (agama) akan sangat berbeda dengan orang yang tidak berilmu ( agama) "Adakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakal lah yang dapat menerima pelajaran".

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ

artinya:"(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung), ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam, dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Rabb-nya?. Katakanlah: 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui, dengan orang-orang yang tidak mengetahui'. Sesungguhnya orang yang berakal-lah yang dapat menerima pelajaran."

(QS. Azzumar 39:9)


Hanya dengan ilmu lah manusia bisa memahami perumpaan - perumpamaan yang di berikan Allah untuk manusia, seperti yang tertuang dalam surat Al Ankabut: 43 yang berbunyi
Surah Al 'Ankabuut 43

وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ (43)

 "Dan perumpamaan perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu".

Kita wajib belajar setiap hari agar ilmu kita makin bertambah, karena hanya dengan ilmu lah manusia bisa mendapatkan petunjuk Al Qur'an.

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ


Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.


Bandingkan apabila kita mewariskan harta pada anak cucu, apa yang terjadi, perebutan harta dengan berbagai macam sikap dan trik intrik untuk menguasai harta tinggalan. antar saudara bisa bermusuhan, memicu perpecahan karena perebutan harta waris.

Harta benda tidak bisa kekal apabila pengelola tidak bisa memanfaatkan dengan baik. Sudah banyak contoh kasus perebutan harta waris, saling menuntut di peradilan dengan berbagai alasan, akal pikiran sudah teracuni untuk menguasai harta waris. Saling bermusuhan, dan ini salah satu penyebab pikiran kita tidak tenang, gelisah tanpa ada penyebab.

Pertanyaannya APA bisa tenang, pemberi waris apabila anak cucunya berebut harta? Sudah pasti mereka yang seharusnya tenang di alam kubur menjadi gelisah gundah karena kerusuhan yang di akibatkan perebutan harta waris di tambah lagi anak cucu kita tidak pernah mendoakan kita ketika sudah di alam kubur. Bayangkan  andai ini terjadi, dan kita alami. Sebagai keturunan seharusnya kita bisa menjadi penyambung amal ibadah karena semua amal terputus ketika kita sudah meninggal

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Sebagai muslim yang baik, alangkah indahnya apabila kita mewariskan ilmu dan memberi ilmu kepada anak cucu kita, bukan melarang memberi harta tetapi memberi harta barengilah dengan ilmu agama agar kita kelah bahagia ketika kita sudah pindah ke alam kubur. Ilmu bagai intan permata yang berkilau sepanjang masa. Dengan ilmu kita bisa tenang dan bahagia dunia akhirat. Dengan ilmu semua menjadi sejukmenyejukan.


Berlangganan via Email