Info Corona Update

COVID-19 ID

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL WAFAT
ORANG
Meninggal

Tsunami Tanpa Gempa Atau Meteotsunami





Meteotsunami adalah gelombang air laut yang besar hingga menghancurkan pdrmukaan pantai dan isinya tanpa di sertai dengan gempa sebelum terjadinya. gelombang meteotsunami diyakini terjadi akibat adanya badai besar. Jika benar adanya, maka tim peneliti bisa menyimpulkan bahwa gelombang langka itu disebut meteotsunami.

Meski demikian, para peneliti juga menegaskan adanya beberapa kemungkinan fenomena lain yang turut serta berkontribusi dalam pembentukan gelombang meteotsunami tersebut.

Perbedaan Gelombang Meteotsunami Dan Tsunami


“Adanya fenomena perubahan cuaca yang kuat, berpengaruh. Kami juga menemukan adanya kemungkinan sumber fenomena alam lainnya yang menyebabkan potensi meteotsunami,” Gelombang meteotsunami tersebut memang tidak menyebabkan kerusakan pesisir apabila tidak di huni penduduk dan terdapat bangunan, tetapi para peneliti mengungkapkan tinggi gelombang mencapai 6 kaki atau sekira 1,8 meter. Menurut Wikipedia, baik gelombang tsunami maupun meteotsunami sekilas memang terlihat sama. Perbedaannya, meteotsunami dipicu oleh amplitude osilasi seiche disertai tekanan udara yang tinggi.

Terjadinya gelombang meteotsunami


Sebuah meteotsunami terbentuk ketika sebuah badai menghantam permukaan air dengan ledakan tekanan. Di atas perairan terbuka, danau besar atau laut terbuka, lompatan tekanan secara tajam dari 2 menjadi 10 milibar dapat memicu gelombang (atau membuat telinga Anda pekak).

(Milibar adalah satuan tekanan, tingkat tekanan laut standar adalah 1.000 milibar.) Hembusan angin kuat tiba-tiba dari badai dan gelombang gravitasi (pola gelombang udara) juga dapat memicu meteotsunami.

Tetapi untuk mempertahankan gelombang, lompatan tekanan juga harus disertai dengan resonansi — perbedaan massa udara atau gangguan perlu bergerak secepat gelombang untuk memberikannya energi. Badai dapat melewati ratusan kilometer jauhnya dari pantai, namun dapat membentuk tsunami dengan energi yang cukup untuk melewati samudera.

Setelah gelombang tersebut memiliki cukup energi untuk bergerak ke pantai, maka tsunami perlu menghantam sebuah pelabuhan atau teluk yang berbentuk botol atau huruf V untuk bisa membuat gelombang tersebut dengan cepat meninggi dan menyapu pantai. Pelabuhan yang sempit dapat memperkuat gelombang dengan memantulkan gelombang tersebut bolak-balik.

Asal Nama Meteotsunami


Istilah meteotsunami diciptakan pada 1996, namun gelombang tersebut mulai disadari keberadaannya pada 1950-an, kata Alexander Rabinovich, seorang ilmuwan penelitian Shirshov Institute of Oceanology  di Moskow. Munculnya satelit cuaca dan pelampung pemantau perubahan tekanan di seluruh permukaan laut, terutama setelah tsunami Aceh 2004, telah membuat penelitian terhadap fenomena tersebut semakin mendalam, katanya kepada OurAmazingPlanet.

Perkiraan Meteotsunami Akan Melanda


Meski ada minat besar dalam memprediksi meteotsunami, interaksi antara atmosfer, laut, dan bentuk pelabuhan membuat prediksi ukuran gelombang sulit untuk dilakukan dengan akurat saat ini, kata Sebastian Monserrat, ahli kelautan di University of the Balearic Islands di Spanyol.

"Bila Anda mengalami gempa bumi, gempa bumi tersebut akan berhenti, sehingga Anda mendapatkan informasi tentang gelombang yang terjadi sebelum menghantam wilayah yang rawan," seperti pelabuhan, katanya kepada OurAmazingPlanet. "Namun tekanan atmosfer dapat mengubah apa yang terjadi di dalam air, dan gangguan atmosfer bisa berubah, sehingga prediksi meteotsunami dan peringatan dini akan lebih sulit," katanya.

Pelabuhan sempit Spanyol, Majorca Island dan Kroasia, di sepanjang Laut Adriatik, sangat rentan terhadap meteotsunami, ujar Monserrat.

"Kantor meteorologi di Majorca memberikan peringatan ketika kondisi atmosfer berpotensi menimbulkan  meteotsunami, dan ternyata cara itu berhasil, namun masalahnya adalah bahwa peringatan tersebut bukan hal yang paling penting," katanya. "Kita tidak cuma ingin tahu bahwa meteotsunami akan terjadi, tetapi kita ingin tahu juga seberapa besar meteotsunami tersebut.”

Meski ada minat besar dalam memprediksi meteotsunami, interaksi antara atmosfer, laut, dan bentuk pelabuhan membuat prediksi ukuran gelombang sulit untuk dilakukan dengan akurat saat ini, kata Sebastian Monserrat, ahli kelautan di University of the Balearic Islands di Spanyol.

"Bila Anda mengalami gempa bumi, gempa bumi tersebut akan berhenti, sehingga Anda mendapatkan informasi tentang gelombang yang terjadi sebelum menghantam wilayah yang rawan," seperti pelabuhan, katanya kepada OurAmazingPlanet. "Namun tekanan atmosfer dapat mengubah apa yang terjadi di dalam air, dan gangguan atmosfer bisa berubah, sehingga prediksi meteotsunami dan peringatan dini akan lebih sulit," katanya.

Pelabuhan sempit Spanyol, Majorca Island dan Kroasia, di sepanjang Laut Adriatik, sangat rentan terhadap meteotsunami, ujar Monserrat.

"Kantor meteorologi di Majorca memberikan peringatan ketika kondisi atmosfer berpotensi menimbulkan  meteotsunami, dan ternyata cara itu berhasil, namun masalahnya adalah bahwa peringatan tersebut bukan hal yang paling penting," katanya. "Kita tidak cuma ingin tahu bahwa meteotsunami akan terjadi, tetapi kita ingin tahu juga seberapa besar meteotsunami tersebut.”


Tips apabila gelombang meteotsunami datang


1. Tenangkan diri anda dan orang di sekitar kita

2. Jangan menjadikan gelombang meteotsunamisebagai tontonan. Apabila gelombang meteotsunami dapat dilihat, berarti kita berada di kawasan yang berbahaya.

3. Jika air laut datang dengan berlahan di ikuti gelombang besar di belakang dari batas normal, meteotsunami mungkin terjadi.

4. Bergeraklah dengan cepat ke tempat yang lebih tinggi ajaklah keluarga dan orang di sekitar turut serta. Tetaplah di tempat yang aman sampai air laut benar-benar surut. Jika Anda sedang berada di pinggir laut atau dekat sungai, segera berlari sekuat-kuatnya ke tempat yang lebih tinggi. Jika memungkinkan, berlarilah menuju bukit yang terdekat.

5. Jika situasi memungkinkan, pergilah ke tempat evakuasi yang sudah ditentukan.

6. Jika situasi tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan seperti di atas, carilah bangunan bertingkat yang bertulang baja (ferroconcrete building), gunakan tangga darurat untuk sampai ke lantai yang paling atas (sedikitnya sampai ke lantai 3).

7. Jika situasi memungkinkan, pakai jaket hujan dan pastikan tangan anda bebas dan tidak membawa apa-apa.


Semoga kita di jauhkan dari mala petaka Gelombng Meteotsunami

Berlangganan via Email