Info Corona Update

COVID-19 ID

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL WAFAT
ORANG
Meninggal

Inseminasi Buatan Cara Terbaik Untuk Mendapat Bibit Unggul



Inseminasi buatan atau kawin suntik

Apa yang dimaksud dengan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (spermatozoa atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus,  bagaimana sejarah, waktu yang tepat melakukan kawin suntik atau inseminasi buatan? Kelemahan dan keuntunganya juga akan kita bahas, iseminasi buatan cara terbaik untuk mendapat bibit unggul

Untuk menambah jumlah anak yang dihasilkan oleh induk sapi, serta untuk mempercepat proses pembuahan agar sang induk segera melahirkan anaknya, saat ini telah berkembang teknik pengembangbiakan sapi dengan cara inseminasi buatan atau dikenal juga dengan nama teknik inseminasi buatan. Dengan teknik ini, para petani akan memiliki kualitas anakan yang lebih baik dan biasanya masa kehamilan yang relatif lebih cepat. Bagaimana tingkat keberhasilannya?

Sejarah Perkembangan Inseminasi Buatan


Inseminasi Buatan (IB) pada hewan peliharaan telah lama dilakukan sejak berabad-abad yang lampau. Seorang pangeran arab yang sedang berperang pada abad ke-14 dan dalam keadaan tersebut kuda tunggangannya sedang mengalami birahi. Kemudian dengan akar cerdinya, sang pangeran dengan menggunakan suatu tampon kapas, sang pangeran mencuri semen dalam vagina seekor kuda musuhnya yang baru saja dikawinkan dengan pejantan yang dikenal cepat larinya.Tampon tersebut kemudian dimasukan ke dalam vagina kuda betinanya sendiri yang sedang birahi. Alhasil ternyata kuda betina tersebut menjadi bunting dan lahirlah kuda baru yang dikenal tampan dan cepat larinya. Inilah kisa awal tentang IB.

Waktu Yang Tepat Melakukan Inseminasi Buatan (IB)

Sejarah inseminasi buatan

Pada waktu di Inseminasi Buatan (IB) ternak harus dalam keadaan birahi, karena pada saat itu liang leher rahim (servix) pada posisi yang terbuka. Kemungkinan terjadinya konsepsi (kebuntingan) bila diinseminasi pada periode-periode tertentu dari birahi telah dihitung oleh para ahli, perkiraannya adalah :

- permulaan birahi : 44%

- pertengahan birahi : 82%

- akhir birahi : 75%

- 6 jam sesudah birahi : 62,5%

- 12 jam sesudah birahi : 32,5%

- 18 jam sesudah birahi : 28%

- 24 jam sesudah birahi : 12% Faktor - Faktor Penyebab Rendahnya Kebuntingan


7 Keuntungan Inseminasi Buatan

Keuntungan atau kelebihan inseminasi buatan

Inseminasi buatan sebagai alternatif pengembangbiakan sapi memberikan beberapa keuntungan tertentu terhadap petani atau pada sapi pada umumnya. Oleh karena keuntungan inilah para peternak mau menggunakan teknik atau cara ini untuk mengembangbiakkan sapi peliharaannya. Beberapa keuntungan inseminasi buatan pada sapi antara lain adalah sebagai berikut:

1. Mampu menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan.

2. Peternak mampu mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik.

3. Dapat mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina sehingga dapat menghindari anakan sapi yang cacat.

4. Peternak dapat menyimpan sperma sapi unggulan dengan peralatan dan teknologi yang baik dalam jangka waktu yang lama.

5. Peternak dapat menggunakan kembali semen beku untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati, sehingga bila pejantan unggulan telah mati, peternak tidak kehilangan bibit unggul yang dimilikinya.

6. Dapat menghindari kecelakaan perkawinan pada sapi betina yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar dan tidak dapat diimbangin oleh sapi betina.

7. Dapat menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin.

4 Kelemahan Inseminasi Buatan


Inseminasi buatan, walaupun memiliki keunggulan-keunggulan di atas, juga tidak terlepas dari kelemahan atau kerugian bila kita melakukan teknik tersebut. Dengan mengetahui kelemahan teknik ini, diharapkan peternak menjadi lebih berhati-hati apabila hendak menggunakan teknik ini. Beberapa kelemahan inseminasi buatan itu antara lain adalah sebagai berikut:

1. Apabila identifikasi masa birahi sapi betina dan waktu pelaksanaan inseminasi buatan tidak tepat maka tidak akan terjadi terjadi kebuntingan.

2. Akan terjadi kesulitan kelahiran atau biasa disebut juga dengan distokia, apabila semen beku yang digunakan berasal dari pejantan dengan turunan yang besar dan diinseminasikan pada sapi betina keturunan kecil.

3. Apabila menggunakan semen beku dari pejantan yang sama dalam jangka waktu yang lama, dapat mengakibatkan kawin sedarah yang akan menurunkan kualitas turunan berikutnya.

4. Apabila pejantan donor yang diambil spermanya tidak diamati sifat gennya dengan baik, dapat menyebabkan menurunnya sifat-sifat genetik yang jelek sehingga.

10 Langkah Prosedur Inseminasi Buatan


Adalah sebagai berikut :

1. Sebelum melaksanakan prosedur Inseminasi Buatan (IB) maka semen harus dicairkan (thawing) terlebih dahulu dengan mengeluarkan semen beku dari nitrogen cair dan memasukkannya dalam air hangat atau meletakkannya dibawah air yang mengalir.

2. Suhu untuk thawing yang baik adalah 37oC. Jadi semen/straw tersebut dimasukkan dalam air dengan suhu badan 37 oC, selama 7-18 detik.

3. Setelah dithawing, straw dikeluarkan dari air kemudian dikeringkan dengan tissue.

4. Kemudian straw dimasukkan dalam gun, dan ujung yang mencuat dipotong dengan menggunakan gunting bersih.

5. Setelah itu Plastic sheath dimasukkan pada gun yang sudah berisi semen beku/straw.

6. Sapi dipersiapkan (dimasukkan) dalam kandang jepit, ekor diikat.

7. Petugas Inseminasi Buatan (IB) memakai sarung tangan (glove) pada tangan yang akan dimasukkan ke dalam rektum.

8. Tangan petugas Inseminasi Buatan (IB) dimasukkan ke rektum, hingga dapat menjangkau dan memegang leher rahim (servix), apabila dalam rektum banyak kotoran harus dikeluarkan lebih dahulu.

9. Semen disuntikkan/disemprotkan pada badan uterus yaitu pada daerah yang disebut dengan ‘posisi ke empat’.

10. Setelah semua prosedur tersebut dilaksanakan maka keluarkanlah gun dari uterus dan servix dengan perlahan-lahan.

Faktor - faktor yang menyebabkan rendahnya prosentase kebuntingan


- Fertilitas dan kualitas mani beku yang jelek / rendah;

- Inseminator kurang / tidak terampil;

- Petani / peternak tidak / kurang terampil mendeteksi birahi;

- Pelaporan yang terlambat dan / atau pelayanan Inseminator yang lamban;

- Kemungkinan adanya gangguan reproduksi / kesehatan sapi betina. Jelaslah disini bahwa faktor yang paling penting adalah mendeteksi birahi, karena tanda-tanda birahi sering terjadi pada malam hari. Oleh karena itu petani diharapkan dapat memonitor kejadian birahi dengan baik dengan cara:

- Mencatat siklus birahi semua sapi betinanya (dara dan dewasa);

Petugas IB harus mensosialisasikan cara-cara mendeteksi tanda-tanda birahi. Salah satu cara yang sederhana dan murah untuk membantu petani untuk mendeteksi birahi, adalah dengan memberi cat diatas ekor, bila sapi betina minta kawin (birahi) cat akan kotor / pudar / menghilang karena gesekan akibat dinaiki oleh betina yang lain.

Tulisan di atas tenteng Inseminasi Buatan Cara Terbaik Untuk Mendapat Bibit Unggul secara lengkap mulai dari sejarah bagaimana insemininasi buatan di temukan, keuntungan dan kelemahan, sampai prosedur melakukan inseminasi buatan kita bahas secara detail di tambah tingkat kegagalan yang menyebabkan.

Berlangganan via Email