Info Corona Update

COVID-19 ID

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL WAFAT
ORANG
Meninggal

Kumpulan Cara Membuat Pupuk Organik Berikut Fungsinya


Add caption


Pupuk Organic adalah pupuk yang tebuat dari bahan alami atau bisa disebut juga pupuk yang berbahan dasar sampah organic bisa dari bahan dasar tumbuhan atau hewan. Selain ramah lingkungan pupuk organic bisa meringankan biaya untuk pemupukan tanaman kita. Kelebihan dari pupuk organik adalah tidak mengandung risudu yang membahayakan kesehatan. Hasil tidak kalah dengan pupuk kimia.

Berbagai macam bahan alami bisa kita gunakan untuk membuat pupuk sesuai dengan kebutuhan kita. Cara pembuatannya pun sederhana. Berikut Cara membuat pupuk sesuai dengan manfaatnya pada tanaman:



Cara Membuat Pupuk Organic


1. Pupuk Daun / Buah


Bahan:

Kuning telur ayam kampung 3 butir
Gula jawa ¼ kg
Susu murni segar ½ gelas
Cara Pembuatan:

Semua bahan dicampur dan diaduk secara merata kemudian ditambahkan 30 liter air.

Kegunaan:

Hasil dari komposisi disemprotkan pada tanaman hingga merata.



2.  Pupuk KCL Cair


Bahan:

Air
Sabut kelapa secukupnya
Drum (diperlukan untuk merendam bahan)
Cara pembuatan:

Masukkan sabut kelapa ke dalam drum sampai setengahnya. Setelah drum diisi sabut kelapa berilah air sampai penuh. Tutuplah rapat-rapat dengan plastik. Biarkan drum tertutup selama 2 minggu. Setelah air berubah menjadi berwarna hitam pertanda air sudah melarutkan kandungan KCL pada sabut kelapa. Air tersebut sudah siap digunakan, jika airnya sudah habis dapat ditambah air sehingga air berwarna jernih.

Cara penggunaan:

Disemprotkan atau disiramkan pada tanaman.

Fungsi:

Batang dan akar tanaman akan menjadi kuat, biji akan lebih berisi dan berwarna cerah. Untuk buah akan berwarna harum dan rasanya manis.



3. Pupuk Tunggal Organic


1. Nitrogen

Sumber:

Azzola (salah satu  tanaman yang mengambang di atas air)


Tumbuhan kacang-kacangan
Jerami (daun hijau)
Kotoran hewan / manusia
Fungsi:

Menghijaukan daun
Membuat bentuk akar, daun dan batang menjadi muda

 2. Phospat

Sumber:

Ampas tebu
Kotoran hewan / manusia
Sampah organik
Kompos
Azzola
Abu dapur
Fungsi:

Memperkuat akar dan batang
Memacu bunga agar cepat berbuah
Menjadikan rasa buah lebih manis


3. Kalium

Sumber:

Pelepah / batang pisang
Kotoran ayam
Urine kambing, kelinci, dan manusia
Abu kayu
Sampah organik, misalnya kulit pisang, umbi-umbian, dan lain-lain
Fungsi:

Memperkuat akar dan batang
Memacu bunga agar cepat berbuah atau mengeluarkan biji
Membuat biji / bulir menjadi bernas
Menjadikan rasa buah atau umbi lebih manis


4. NPK Organik + Pestisida

Bahan:

100 liter urine
300 cc tetes tebu / air gula jawa / air gula pasir
0, 5 kg temu ireng dalam bentuk serbuk / ekstrak
0, 5 kg lawak dalam bentuk serbuk / ekstrak
0, 5 kg laos dalam bentuk serbuk / ekstrak
0, 5 kg kunyit dalam bentuk serbuk / ekstrak
Cara pembuatan:

Semua bahan dicampur dan difermentasi selama 21 hari

Kegunaan:

5-10 cc / 2 sendok makan + 15 liter air, pada daun dengan cara disemprotkan, pada akar dengan cara disiramkan / dikocor.

Urine Kelinci:

Perbandingannya 1 : 13 liter air, kemudian disiramkan / dikocor pada tanaman.

5. Pupuk Daun

Bahan:

Urine kelinci 5 liter
Terasi 10 gram
Jahe 1 ons
Kunyit 1 kg
Susu 1 liter
Gula jawa 1 kg
Cara pembuatan:

Semua bahan dicampur dan disaring, kemudian difermentasikan selama 10 hari. Setelah itu selama 2 hari berikutnya tiap 2 jam dibuka. 2 hari berikunya tiap 2 jam dibuka. 3 hari berikutnya 2 jam dibuka.



6. Pupuk Bunga

Bahan:

Nanas 2 buah
Gula jawa 1 kg
Air 5 liter
Cara pembuatan:

Semua bahan dimasak dengan suhu api sedang, kemudian didiamkan hingga dingin. Lalu masukkan ke dalam jerigen dan difermentasikan.


7. Bokashi

Bahan:

Kotoran ayam / sapi / kambing 500 kg
Sekam padi / gergajian kayu 500 kg
Bekatul 20 kg
Abu dapur / abu sekam  padi 30 kg
Gula pasir 15 ons
EM4 / mikroorganisme nabati secukupnya
Air secukupnya
Cara pembuatan:

Semua bahan dicampur jadi satu dan diaduk supaya merata sambil dibasahi dengan air yang dicampur gula pasir dengan mikroorganisme nabati, sehingga bahan menjadi lembab. Tutup dengan plastik / tenda agar bokashi mengalami fermentasi. Proses fermentasi sangat membutuhkan air, udara, dan panas. Proses fermentasi ini normal terjadi dalam jangka waktu selama 14-21 hari dengan suhu 40-50°C (dijaga kestabilannya). Bila melebihi dari 50°C tenda dibuka dan bahan diaduk-aduk hingga panas stabil lalu ditutup kembali. Lebih baik setiap 5 jam bahan dibuka untuk mengetahui suhunya. Bila kurang panas, atau kurang dari 40°C disemprot dengan air yang dicampur gula dan mikroorganisme nabati. Begitu seterusnya sehingga bahan bokashi tidak berbau kotoran dan kalau dipegang sudah tidak panas lagi, artinya bahan ini sudah dapat digunakan.

Cara penggunaan:

Untuk tanaman padi, palawija, sayuran dan tanaman hias sebagai pupuk dengan dosis 1-1, 5 ton / Ha. Andaikan tanahnya terlalu liat dapat ditingkatkan menjadi 2 ton / Ha.


Membuat Pupuk Organik Cair Dan Bokasi

Kalau kita main ke kios-kios pertanian pasti kita akan banyak menemukan pupuk organik cair yang dijual. Padahal dengan sangat mudah kita bisa membuat pupuk organik cair tersebut, sehingga kita tidak usah membeli dengan harga yang cukup mahal.Mau tahu caranya?

Alat Dan  Bahan:

1. Drum/ jerigen
2. Cair: Urine/ limbah cucian ikan/ cucian daging dll
3. Padat: Kotoran sapi, kambing, unggas
4. Hijauan: Tanaman Legume (gliricide, lamtoro, rumput wedusan dll) dan tanaman pakis-pakisan.
5. Tetes tebu/ gula pasir/ gula jawa
6. Buah-buahan busuk: pepaya, nangka, pisang, semangka dll
7. Bacteri pengurai: EM4, M bio, simba dll
8. Abu: Abu dapur, abu sekam dan abu daun bambu

Cara Pembuatanya:

1. Siapkan drum/ jerigen bersihkan jika kotor.

2. Masukkan semua bahan, komposisi bahan sebaiknya cair 70 % dan padat 30 %.
3. Aduk-aduk lalu tutup rapat (karena proses ini menggunakan bacteri anaerob)
4. Tiap 3 hari sekali harus dibuka dan di aduk-aduk
5. Setelah 1 bulan pupuk organik cair siap digunakan (tanda-tanda jadi yaitu bau tidak menyengat dan > warna cairan dan bahan hitam kecoklatan)

Cara Pengunaanya:

Saring larutan menggunakan kain lalu semprotkan ketanaman dengan konsentrasi 1 gelas 200ml/ tangki semprot.
Ampasnya bisa dikeringkan dan gunakan sebagai pupuk organik padat.


Bokashi


A. Bokashi Jerami :


Bahan :

1. Jerami 200 kg termasuk berbagai jenis rumput / pupuk hijau dipotong-potong sepanjang 5 s/d 10 cm

2. Dedak 10 kg

3. Sekam 200 kg.

4. Gula pasir 10 sendok makan

5. EM4 200 ml (20 sendok makan) : Berlaku untuk berbagai macam bahan organik, biasanya untuk membuat 1 ton bokashi

6. Air secukupnya.

Cara Pembuatan :

1. Larutkan EM 4 dan gula ke dalam air

2. Jerami, sekam dan dedak dicampur secara merata

3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan dan bila kepalan dilepas adonan akan terurai.

4. Adonan digundukan di atsi tempat yang kering dengan ketinggian adonan antara 15 s/d 20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3 s/d 4 hari.

5. Pertahankan suhu gundukan adonan 40 s/d 50 ºC. Jika suhu lebih dari 50ºC, bukalah karung penutup dan gundukan adonan dibolak-balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.

6. Setelah 4 hari Bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk orgaik.

B. Bokashi Pupuk Kandang


Bahan:

1. Pupuk kandang

2. Dedak 10 kg

3. Sekam 200 kg

4. Gula (10 sendok makan)

5. EM4 200 ml (20 sendok makan)

6. air secukupnya

Larutkan EM4 dan gula ke dalam air

Cara Pembuatan :

1. Sekam dan dedak

2. Pupuk kandang, sekam dan dedak dicampur secara merata.

3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Bila adonan doikepal dengan tangan air tidak keluar dari adonan dan bila kepalan dilepas, maka adonan akan merekah.

4. Adonan digundukkan di atas tempat yang kering dengan ketinggian tumpukan 15 s/d 20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3 s/d 4 hari.

5. Pertahankan suhu gundukan adonan 40 s/d 50 ºC. Jika suhu lebih dari 50ºC, bukalah karung penutup dan gundukan adonan dibolak-balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.

6. Setelah 4 hari Bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk orgaik.

C. Bokashi Pupuk Kandang – Arang


Bahan :

1. Pupuk kandang 200 kg

2. Dedak 10 kg

3. Arang Sekam / arang serbuk gergaji 100 kg

4. Gula 10 sendok makan

5. EM4 200 ml (20 sendok makan)

6. Air secukupnya.

Cara Pembuatan :

1. Larutkan EM4 dan gula ke dalam air

2. Pupuk kandang, dedak, arang sekam arang serbuk gergaji dicampur secara merata.

3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Bila adonan doikepal dengan tangan air tidak keluar dari adonan dan bila kepalan dilepas, maka adonan akan merekah.

4. Adonan digundukkan di atas tempat yang kering dengan ketinggian tumpukan 15 s/d 20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3 s/d 4 hari.

5. Pertahankan suhu gundukan adonan 40 s/d 50 ºC. Jika suhu lebih dari 50ºC, bukalah karung penutup dan gundukan adonan dibolak-balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.

6. Setelah 4 hari Bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk orgaik.

D. Bokashi Expres 24 jam


Bahan :

1. Jerami kering / daun-daun kering / sekam / serbuk gergaji atau bahan apa saja yang bisa difermentasi sebanyak ± 200 kg.

2. Bokashi yang sudah jadi 20 kg

3. Dedak 20 kg

4. Gula pasir 5 sendok makan

5. EM4 200 ml (20 sendok makan)

6. Air secukupnya

Cara Pembuatan :

1. Larutkan EM4 dan gula ke dalam air

2. Jerami kering (atau bahan-bahan apa saja yang bisa difermentasikan) dicampur dengan Bokashi yang sudah jadi dan dedak secara merata.

3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Bila adonan doikepal dengan tangan air tidak keluar dari adonan dan bila kepalan dilepas, maka adonan akan merekah.

4. Adonan digundukkan di atas tempat yang kering dengan ketinggian tumpukan 15 s/d 20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3 s/d 4 hari.

5. Pertahankan suhu gundukan adonan 40 s/d 50 ºC. Jika suhu lebih dari 50ºC, bukalah karung penutup dan gundukan adonan dibolak-balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.

6. Setelah 24 jsm, Bokashi Expres telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk orgaik.


E. Bokashi Pakan Ternak dari kotoran Hewan


Manfaat : Untuk pakan ternak ayam, itik, babi. Dapat menekan biaya pakan ternak lebih dari 30%

Syarat : Kotoran ayam, kambing, sapi dalam keadaan kering.

Formula A :

Bahan:

1. Kotoran ayam, 2 bagian

2. Kotoran kambing, 1 bagian

3. EM4 (10 ml)

4. Dedak secukupnya Gula pasir 2 sendok makanatau molases / tetes tebu 10 ml

5. Air secukupnya

6. Kadar air 30%

7. Tanah subur yang bersih 1 genggam.

Formula B :

Bahan : 10 bagian sebagaimana Formula A ditambah dengan dedak 5 bagaian, konsentrat 2 bagian dan jagung 2 bagian

Cara Pembuatan : Formula A dan Formula B dicampur menjadi satu kemudian dapat langsung digunakan sebagai pakan ternak.

Cara Penggunaan Bokashi Pakan Ternak dan Pakan Ternak Tambahan:

1. Untuk ayam petelur diberikan setelah ayam berumur 3 bulan

2. Pemberian larutan EM4 dapat dilakukan setiap hari pada air minum ternak dengan konsentrasi 0,5 s/d 1 ml setiap 1 liter air minum ternak

Cara Penggunaan :

1. 3 s/d 4 genggam Bokashi setiap meter persegi disebar merata di atas permukaan tanah pada tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih.

2. Cangkul / bajak tanah untuk mencampurkan Bokashi ke dalam tanah. Penggunaan penutup tanah (mulsa) Dari jerami atau rumput-rumput kering sangat dianjurkan pada tanah tegalan.Pada tanah sawah pemberian Bokashi dilakukan pada waktu pembajakan dan setelah tanaman padi berumur 14 hari dan 1 bulan.

3. Siramkan / Semprotkan 2 CC EM4 / liter air ke dalam tanah

4. Biarkan Bokashi selama seminggu, kemudian bibit siap ditanam.

5. Untuk tanaman buah-buahan, Bokashi disebar merata di permukaan tanah / perakaran tanaman, dan siramkan 2 CC EM4 / liter air setiap 2 minggu sekali.

Cara Penggunaan Khusus :

1. Bokashi Jerami dan Bokashi Pupuk kandang baik dipakai untuk melanjutkan fermentasi penutup tanah (mulsa) dan bahan organik lainnya di lahan pertanian, juga banyak diugnakan pada tanah sawah karena ketersediaan bahan yang cukup.

2. .Bokashi Pupuk Kandang dan Bokashi pupuk kandang – Tanah baik dipakai untuk pembibitan dan menanam bibit yang masih kecil.

3. Bokashi Expres baik digubanakan sebagai penutup tanah (mulsa) pada tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan.

4. Pemuatan Bokashi dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan di masing-m,asing lahan pertanian.

Dari kumpulan cara membuat pupuk organik dan fungsinya masing-masing bisa Sobat praktekan di rumah untuk memenuhi kebutuhan pupuk untuk budidaya tanaman Sobat.




Berlangganan via Email