Info Corona Update

COVID-19 ID

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL WAFAT
ORANG
Meninggal

Bahaya Virus Corona Dan Pencegahan


Virus Corona adalah virus yang mematikan dan penyebaranya sangatlah cepat dapat di tularkan antar manusia atau hewan dan manusia untuk itu kita perlu mengenal virus ini agar tidak tertular.

Add caption


Virus Corona


Corona adalah kelompok besar virus yang umum di antara hewan. Dalam kasus yang jarang terjadi, para ilmuwan menyebutnya zoonosis. Artinya, mereka dapat ditularkan dari hewan ke manusia, menurut informasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS.

Corona di sebut juga penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) merupakan penyakit yang disebabkan virus corona yang termasuk sebagai salah satu jenis penyakit pneumonia yang pertama kali ditemukan di Cina. pada November 2002.

Lantaran disebabkan oleh virus, SARS bisa menyebar dengan cepat ke seluruh  Dunia dan mewabah hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Penyakit mulainya disebarkan penderita dari kalangan turis, atau masyarakat China yang kerap melakukan perjalanan ke luar negeri urusan bisnis ataupun Wisata

Penularan Virus Corona


Ternyata Wabah virus corona atau coronavirus yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok, China tidak hanya bisa menular antar manusia, namun juga dapat ditularkan melalui Binatang yaitu kelelawar.

Para ilmuwan Tiongkok mengklaim, bahwa sejauh ini virus corona Wuhan sudah menyebabkan 9 orang meninggal dunia. Virus corona ini ternyata bisa berasal dari kelelawar Pemakan buah.

Sebelumnya, wabah global sindrom pernapasan akut (SARS) telah menewaskan lebih dari 8.000 orang antara tahun 2002 hingga 2003. Penyakit ini diduga menyebar dari kelelawar ke luwak di reservoir hewan sebelum menyebar ke manusia di provinsi Guangdong, China



Mereka pun menemukan bahwa virus itu berasal dari betacoronavirus. Temuan ini menunjukkan bahaya yang ditimbulkan oleh coronavirus, di beri nama 2019-nCoV, mungkin telah diremehkan orang.

"Asal mula penyebaran virus corona dari Wuhan ini mungkin kelelawar. Tapi, antara kelelawar dan manusia mungkin ada perantaran yang tidak diketahui," demikian menurut penelitian Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, dikutip dari The Sun.

Penelitian oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, Tentara Pembebasan Rakyat dan Institut Pasteur Shanghai memperkirakan proses strain virus berinteraksi dengan sel-sel dalam sistem pernapasan manusia menggunakan simulasi komputer berdasarkan data yang dirilis.

Dalam sebuah pernyataan, para peneliti mengungkapkan bahwa kelelawar bisa jadi penyebab penyebaran virus corona Wuhan. Tetapi seorang peneliti senior di Institut Virologi Wuhan yang tidak ingin disebutkan namanya meminta temuan itu harus dikaji ulang dengan hati-hati.

Baca Juga :

1. 13 Cara Sehat Tanpa Obat

2. 6 Tanda Sebelum Kita Sakit

3. Obat Kanker Dan Tanda Awal

"Penelitian ini berdasarkan pada perhitungan komputer. Apakah itu cocok dengan apa yang terjadi di kehidupan nyata? Protein pengikat itu penting tetapi itu hanya salah satu dari banyak hal yang perlu diselidiki," katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus corona dari Wuhan ini telah melanda Korea Selatan, Jepang, Thailand dan Makau. Pihaknya memperkirakan virus corona ini akan terus mewabah hingga melintasi perbatasan internasional dalam beberapa waktu mendatang.

Cara Penyebaran Virus Corona


Ketika berbicara tentang penularan virus dari manusia ke manusia, seringkali itu terjadi ketika seseorang berhubungan dengan orang yang terinfeksi, seperti tetesan batuk. Hampir mirip penyebarannya dengan influenza

Manfaat Tembakau Untuk Kesehatan

Bergantung pada seberapa mematikan virus itu, batuk, bersin, atau berjabat tangan dapat menyebabkan penularan. Virus ini juga dapat ditularkan dengan menyentuh sesuatu yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi dan kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata Anda.

Add caption

Penularan dari manusia ke manusia telah dipastikan dalam penyebaran virus ini. Tetapi para ahli sekarang mencoba untuk memahami siapa yang paling mentransmisikannya, siapa yang paling berisiko dan apakah penularannya sebagian besar terjadi di rumah sakit atau di masyarakat.

Manfaat Menangis Untuk Kesehatan

SARS dan MERS sebagian besar ditransmisikan di dalam rumah sakit, kata Horby. Beberapa orang juga dianggap 'supersebar'.

Pencegahan Virus Corona



Tidak ada vaksin untuk melindungi dari keluarga virus ini, setidaknya belum. Uji coba untuk vaksin MERS sedang berlangsung. Institut Kesehatan Nasional AS sedang mengerjakan vaksin melawan virus baru, tetapi itu akan memakan waktu berbulan-bulan sampai uji klinis dilakukan dan lebih dari satu tahun sampai mungkin tersedia.

Add caption


Anda mungkin dapat mengurangi risiko infeksi dengan menghindari orang yang sakit. Cobalah untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air dan setidaknya selama 20 detik.

Kesadaran adalah kuncinya. Jika Anda sakit dan memiliki alasan untuk meyakini bahwa itu mungkin karena virus corona karena bepergian ke wilayah tersebut atau melakukan kontak dengan seseorang yang telah ada di sana, Anda harus memberi tahu penyedia layanan kesehatan dan mencari pengobatan lebih awal.

Tutupi mulut dan hidung Anda ketika batuk atau bersin, dan desinfeksi benda dan permukaan yang Anda sentuh.

Pertanian

Cara Membuat Asam Amino Organik

Hidrogen Perioksida Untuk Tanaman

Apabila Sobat bepergian ke China, waspadai gejala-gejalanya dan hindari pasar hewan hidup, di situlah wabah  dimulai di Wuhan.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantoro mengatakan ada tiga vaksin pneumonia yang beredar di Indonesia. Ketiganya adalah Vaksin Pneumokokus (PCV) 10 dengan merek dagang Synflorix, PCV 10 (merek dagang Pneumosil), dan PCV 13 (merek dagang Prevnar). Namun hanya ada dua vaksin yang sudah memiliki izin beredar di Indonesia melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu PCV 10 Synflorix dan PCV 13 Prevnar. Sedangkan untuk PCV 10 Pneumosil belum mendapat izin edar dari BPOM.

Dari ketiga vaksin tersebut, kata Anung, belum ada yang dapat mencegah pneumonia misterius yang disebabkan coronavirus jenis baru yang menyebar di China.

Berlangganan via Email