Info Corona Update

COVID-19 ID

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL WAFAT
ORANG
Meninggal

Memanfaatkan limbah karbit untuk pupuk dan pestisida pada tanaman



Seharusnya pertanian tidaklah memerlukan modal yang menguras kantong apabila kita bisa memanfaatkan limbah atau sampah untuk di ramu menjadi pupuk atau pun pestisida, selain lingkungan menjadi bersih biaya produksi bisa murah untuk perawatan dan penglolaan tanaman budidaya kita. Salah satunya Memanfaatkan limbah karbit bekas tukang las untuk pupuk dan pestisida

Limbah karbit adalah pembuangan sisa-sisa dari proses penyambungan logam dengan logam (pengelasan) yang menggunakan gas karbit (gas aseteline=C2H2) sebagai bahan bakar.

Kandungan Limbah 

Limbah karbit mengandung sekitar 60% unsur kalsium. Komposisi kimia limbah karbit antara lain yaitu 1,48 % SiO2, 59,98 % CaO, 0,09% Fe2O3, 9,07 % Al2O3, 0,67 % MgO dan 28,71% unsur lain.

Unsur hara karbit

Ethylen adalah hormon tumbuh yang secara umum berlainan dengan hormon lainnya seperti auxin, gibberellin dan cytokinin. Dalam keadaan normal, ethylen berada dalam bentuk gas (C2 H4) dengan struktur kimia yang sangat sederhana. Ethylen dihasilkan pada proses respirasi buah, daun dan jaringan lainnya di dalam tanaman. Karena dihasilkan oleh tanaman dalam jumlah banyak maka hormon ini dapat mempercepat pemasakan buah.
Dalam prakteknya beberapa jurnal mengposisikan limbah karbit sebagai pupuk, pengganti kapurtani (karena hampir 36 % masih kapur), pemadat tanah stabilisasi tanah, pestisida, dan lainnya sebagainya.


Untuk pestisida pada hama penyakit tanaman


Sundep (yg menyerang padi saat umur padi 0 – 30 hari) dan Beluk (serangan Sundep, ulat/kupu2 putih/kepompong warna coklat pada padi umur primordia sehingga padi gabuk, tidak ada isi) dapat diatasi dengan menggunakan 2 kg Ampas Karbit Las yang dilarutkan dalam 8 liter air, diaduk, kemudian diendapkan selama 24 jam. Kemudian air bening yg dihasikan oleh adukan tadi digunakan untuk menyemprot hama Sundep/Beluk ini (1 liter cairan ampas karbit 14 liter air masukkan ke dalam hand sprayer): pagi hari, lalu 4-5 hari kemudian disemprot dengan bahan semprot yg sama di sore hari. Ampas karbitnya sendiri bisa digunakan untuk pupuk sebagai antibody tanaman buah-buahan (mangga, nangka, durian, dsb).


Identifikasi adanya Sundep/Beluk:

Berkelilinglah di sawah pada malam hari, gunakan senter dg sinar warna merah, lihatlah, adakah hama menghampiri senter kita? Jika sedikitnya terdapat 5 (LIMA) ekor hama/kupu2 sundep/beluk, maka penyemprotan dengan ampas karbit harus segera dilakukan. Antisipasi kelembaban (yg bisa mengakibatkan datangnya serangan penyakit Blast)

Dengan jarak tanam yg jarang (30 x 40 cm) agar sinar matahari cukup, kelembaban berkurang, hama tidak tahan.

Ulat Sundep/Beluk

Mereka memerlukan waktu 36 jam kemudian berubah jadi kupu-kupu; 24 jam kemudian berubah jadi kepompong.

Walang sangit (hama di saat padi mulai berisi SUSU padi) semprot dengan cairan ampas karbit

Wereng (hijau; coklat, punggung putih, menyerang di semua umur padi): semprot dengan cairan ampas karbit.

Ulat Grayak
Add caption

Cara mengatasinya adalah dengan mengelilingi petak yg akan diobati dengan plastik. Semprot dengan air ampas karbit pada malam hari.

Cacing tanah pemakan akar (Nematoda):

Bila tanah tampak merah-merah: galilah satu dapur padi, cabut, lihat akarnya. Jika akar tampak putus-putus maka itu adalah akibat dimakan oleh cacing. Carilah cacing yang ciri-cirinya: wujudnya seperti uret, kalau disentuh dia menggulung tubuhnya, cacingnya liat/kenyal.
Bila memang cacing seperti itu ditemukan di dapur padi tersebut maka obatnya:

Pestisida untuk cacing

Semprot dengan air ampas karbit 4 tanki (@10 liter) per 0,25 ha.

Berikan pupuk cair organik (makanan/nutrisi lewat daun, karena akarnya sedang ”SAKIT”)

Belalang: Perlakukan seperti Walang Sangit.

Sebagai Pupuk Pada Tanaman



Berbagai macam cara meramu yang dapat di gunakan untuk pemupukan pada tanaman

Cara menggunakan ethrel/limbah karbit adalah dengan mengencerkan larutan terlebih dahulu. Biasanya konsentrasi yang digunakan adalah 30 cc / lt. air. Penggunaan dosis dengan konsentrasi yang terlalu rendah memberikan efektivitas yang kurang baik sebaliknya bila konsentrasi terlalu tinggi akan memberikan suatu pemborosan. Setelah larutan ethrel diencerkan ( 30 cc / lt. air ) disemprot pada tanaman yang siap berbuah yang berumur antara 57 - 60 hari setelah pindah tanam.

Bisa Juga Cara Seperti Ini

campurkan 25 gram limbah karbit dengan 1 liter air. berikan pada tanaman yang siap berbuah 10 cc/pertangkai

Bisa juga menggunakan Cara 

untuk sawah yang memang bukan termasuk dalam organik, yakni penggunaan dengan urea, yakni 150 kg Urea dan 500-900 kg limbah karbit untuk lahan 1 ha.

Stabilitas tanah baik lempung atau gambut

Perangsa bunga dan buah bahan limbah karbit

Booster perangsang tumbuhnya bunga dan buah dapat dibuat dengan bahan yang murah serta mudah didapatkan. Kemudian setelah diaplikasikan ke tanaman dapat  kita amati perkembangannya

Alat dan Bahan

Alat : (1) 2 buah wadah untuk menampung bahan, bisa ember atau bak atau wadah apa saja yang penting bersih dan tidak bocor ; (2) Alat pengaduk, boleh centong plastik atau centong kayu yang penting bisa untuk mengaduk bahan (3) Alat untuk menghaluskan bahan, bisa pisau, golok atau blender kalau punya (4) Alat penyaring bahan, saat bahan akan digunakan tentu perlu disaring khususnya bila menggunakan alat sprayer

Bahan : (1) 1 ons MSG/Vetsin/Micin, ingat yang penting jangan pakai bumbu instant sachetan seperti royco dsb (2) 1 ons Karbit, bisa karbit yang masih baru yang bisa didapatkan di toko besi/bangunan dengan harga Rp.25-30 ribu per kilo, atau limbah karbit yang bisa diminta secara gratis dari tukang las karbit terdekat (3) 1 liter Molase (tetes tebu), kalau molase tidak ada bisa diganti dengan gula merah atau gula putih dengan takaran 0,5 -1 Kg gula merah atau gula putih (4) 4 liter air hujan, namun air hujan di sini adalah air hujan yang ditampung secara langsung dari curahan air hujan menggunakan wadah, bukan air hujan yang ditampung dari talang atau atap rumah.

Cara membuatan perangsang bunga dan buah



Campurkan semua bahan tersebut, aduk hingga rata, bila menggunakan karbit yang masih baru dibeli dari toko besi/bangunan tentu kita harus mencairkannya terlebih dahulu. Bila kita mengganti molase dengan gula merah atau gula putih tentu kita harus menghaluskan bahan tersebut terlebih dahulu agar proses pencampuran bahan bahan menjadi lebih mudah

Cara Aplikasi ke Tanaman

Semprotkan bahan yang sudah diaduk rata tersebut ke daun tanaman pada jam 8 -10 pagi. Karena saat itu adalah waktu dimana tanaman mengambil makanan/nutrisi. •Usahakan penyemprotan mengenai pada bagian belakang daun, karena di sanalah mulut daun berada atau terbuka. Dari bahan bahan tersebut tidak perlu dicairkan dengan tambahan air lagi, langsung saja masukkan ke alat sprayer dan diaplikasikan ke tanaman

Dengan kita memanfaatkan limbah atau sampah, kita juga menjaga lingkungan agar bersih. Tak selamanya limbah terbuang dengan percumah. Limbah karbit yang selama ini di biarkan menumpuk sangatlah menggagu pemandangan dan kebersihan lingkungan padahal bisa di manfaatkan untuk pupuk sekaligus pestisida, sangat berguna bagi tanaman.

Berlangganan via Email