Info Corona Update

COVID-19 ID

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL WAFAT
ORANG
Meninggal

Menerapkan Sistem Homeschooling Untuk Belajar Di Rumah




Menerapkan sistem homeschooling untuk belajar di rumah sudah banyak diterapkan, di jaman sekarang sekolah tak harus secara formal, sisteme belajar yang  nyaman mudah untuk mempelajari suatu bidang study. Ada berbagai macam jenis  homeschooling perlu di ketahui agar kita lebih memahami, bagaiman payung hukumnya di negara kita? Apa yang membuat beda antara sekolah formal dan homeschooling? Bagaimana ijazah homeschooling? Pertanyaan tersebut umum di bicarakan untuk itu luangkan sedikit waktu untuk mengupas tuntasnya.

Apa itu Homeschooling? Homeschooling atau sekolah rumah adalah model pendidikan atau aktivitas belajar yang dilaksanakan di rumah atau di tempat lain selain di sekolah konvensional baik secara kolega (keluarga) maupun komunitas dimana dilakukan pengaturan sendiri terhadap penyelenggaraan pendidikan, tujuan pendidikan, nilai-nilai yang hendak dikembangkan, kecerdasan dan keterampilan, kurikulum dan materi, serta metode dan praktek belajar.

Berikut ini beberapa pengertian homeschooling menurut para Ahli:

Pengertian homeschooling menurut para ahli


Rachman (2007:18)


Homeschooling adalah sekolah yang diadakan di rumah. Sedangkan secara hakiki homeschooling adalah sebuah sekolah alternatif yang menempatkan anak sebagai subjek dengan pendekatan pendidikan secara At Home. Dengan pendekatan ini anak merasa nyaman. Mereka bisa belajar sesuai keinginan dan gaya belajar masing-masing; kapan saja dan di mana saja, sebagaimana ia tengah berada di rumahnya sendiri.

Saputra (2007:47), 


Homeschooling adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terarah yang dilakukan oleh orang tua atau keluarga dengan proses belajar mengajar yang kondusif.

Suryadi (2006:12), 


Homeschooling adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar, teratur dan terarah dilakukan oleh orang tua atau keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dengan penuh tanggung jawab dimana proses belajar mengajar dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi anak yang unik dapat berkembang secara maksimal.

Komariah (2007:4)


Homeschooling adalah Proses layanan pendidikan yang secara sadar, teratur dan terarah dilakukan oleh orang tua/ keluarga di rumah atau tempat-tempat lain, dimana proses belajar mengajar dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi anak yang unik dapat berkembang secara maksimal.

Sumardiono (2014:6)


homeschooling adalah pendidikan yang dilakukan secara mandiri oleh keluarga, dimana materi-materinya dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan anak. Kekhasan dan kekuatan homeschooling paling besar adalah customized education, yakni pendidikan yang disesuaikan dengan potensi anak dan lingkungan yang ada di sekitar. Dalam homeschooling keragaman anak dihargai dan seorang anak tidak dituntut untuk seragam dan serupa.


Macam-Macam Jenis Homeschooling

Macam-macam jenis homeschooling

Ada Beberapa klasifikasi model homeschooling diantaranya:

Homeschooling tunggal. 


Model ini dilaksanakan dalam satu keluarga dan tidak bergabung dengan keluarga   lainnya yang melakukan homeschooling terhadap anak-anaknya.

Homeschooling majemuk.


Model ini dilaksanakan oleh beberapa keluarga dengan kegiatan-kegiatan tertentu juga kegiatan pokok dan kegiatannya tetap dilaksanakan di rumah masing-masing.

Komunitas homeschooling.


Komunitas homeschooling adalah gabungan dari komunitas majemuk dan mereka menyusun dan menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok, dan hal-hal lainnya.

Payung Hukum Homeschooling


Di Indonesia para Homeschooler begitu kami menyebut pada para siswa homeschooling dilindungi oleh undang undang.

Antara lain :

Hasil pendidikan informal diakui sama dan dapat dihargai setara dengan pendidikan nonformal dan formal setelah melalui uji kesetaraan sesuai standar nasional pendidikan.

Payung hukum untuk para homeschooler adalah Pasal 27 ayat (2) UU Sisdiknas, j Pasal 117 PP 17/2010, Pasal 4 ayat (1) Permendikbud 129/2014

Pesekolah rumah memiliki hak eligibilitas yang sama dan setara dengan pendidikan formal dan nonformal untuk dapat mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi dan/atau memasuki lapangan kerja. Pasal 4 ayat (2) Permendikbud 129/2014.

Pesekolahrumah dapat diterima di SD/SMP/SMA sejak awal atau tidak pada awal tahun pelajaran.

Payung hukumnya Pasal 10-11 Permendikbud 129/2014

Syarat Menjalankan Homeschooling


Untuk menjalankan Homeschooling atau Sekolah rumah, pemerintah memberikan syarat sebagai berikut :

1. Mendaftarkan diri ke Dinas setempat dengan menyertakan :Identitas diri orangtua dan peserta didik

2. Surat pernyataan bertanggung jawab melaksanakan pendidikan di rumah dari kedua orangtua

3. Surat pernyataan kesediaan dari peserta didik yang telah berusia 13 tahun

4. Dokumen Program Sekolahrumah yang sekurang-kurangnya berisi rencana pembelajaran

Faktor yang Berkorelasi dengan Keberhasilan Siswa Homeschooling:


keterlibatan orangtua yang tinggi

Individualisasi tanggap instruksi

Kontekstual rasio siswa-guru yang rendah

lebih banyak waktu untuk belajar

harapan yang tinggi bagi prestasi siswa


Persamaan Homeschooling dan Sekolah Formal


Sekolah formal dan homeschooling merupakan model pendidikan anak.

Sekolah formal dan homeschooling bertujuan untuk mencari kebaikan dan menggali potensi optimal yang dimiliki anak.

Sekolah formal dan homeschooling sama-sama berfungsi mengantarkan anak-anak pada tujuan pendidikan, memiliki modal intelektual, mental, dan spiritual yang memadai untuk menghadapi masa depan dengan penuh harapan.

Perbedaan Homeschooling dan Sekolah Formal


Apa saja perbedaan homeschooling dan sekolah formal? Simak pembahasan berikut ini.



1. Sistem Pendidikan


Sekolah Formal: Menggunakan standarisasi sesuai standar yang dipikirkan lembaga sekolah dan Departemen Pendidikan Nasional.

Homeschooling: Sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarga.



2. Fasilitas Pembelajaran


Sekolah Formal: Memiliki fasilitas yang lengkap dan bagus, seperti perpustakaan yang lengkap, laboratorium bahasa dan sains, lapangan olahraga dan kolam renang, dan fasilitas-fasilitas lainnya, sesuai dengan sekolah yang dipilih, terutama sekolah-sekolah internasional.

Homeschooling: Secara  umum lebih simple dan efisien, hanya menggunakan fasilitas yang ada.

3. Kurikulum


Sekolah Formal: Memiliki kurikulum relatif lebih “ketat” karena dirancang oleh para pakar dan praktisi pendidikan yang ada di lembaga sekolah (kurikulum sekolah) dan Departemen Pendidikan Nasional (kurikulum nasional).

Homeschooling: Memiliki kurikulum lebih fleksibel karena boleh menggunakan kurikulum seperti sekolah formal atau mengikuti kurikulum dari luar negeri, atau membuat kurikulum khusus sesuai kebutuhan dan minat anak.

4. Jadwal Belajar


Sekolah Formal: Terjadwal secara ketat.

Homeschooling: Fleksibel, tergantung kesepakatan orangtua dan anak.



5. Penanggungjawab Pendidikan


Sekolah Formal: Sekolah dan guru

Homeschooling: Orangtua

Model Belajar

Sekolah Formal: Relatif sudah mapan dan biasanya  turun temurun, orangtua hanya memilih sekolah yang diinginkan dan mengikuti model belajar di sana.

Homeschooling: Membutuhkan komitmen dan kreativitas orangtua untuk mendesain  dan melaksanakan model belajar sesuai kebutuhan anak.

6. Peran Aktif Orangtua


Sekolah Formal: Tidak begitu dominan, karena pendidikan dijalankan sistem dan para guru, tetapi masih dapat terlibat secara aktif.

Homeschooling: Dominan, sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak


Ijazah Homeschooling?


Anak-anak homeschooling (jalur pendidikan informal) dapat memperoleh ijazah dengan cara mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Ujian Kesetaraan terdiri atas tiga jenjang, yaitu Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).

Dengan memiliki ijazah Paket C, seorang anak dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi manapun yang diinginkannya. Sudah banyak anak-anak HS/HE yang mengikuti ujian Paket C dan kemudian melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta.

Ujian Kesetaraan atau biasa disebut Ujian Paket diselenggarakan di PKBM. Ujian Paket biasanya digunakan oleh anak-anak putus sekolah dan juga anak-anak homeschooling.

PKBM kepanjangannya adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. PKBM adalah sebuah lembaga nonformal (seperti sekolah) tempat diselenggarakannya Ujian Kesetaraan atau Ujian Paket. Lembaga itu biasanya ada di setiap kota. Ada PKBM negeri (milik pemerintah), ada juga PKBM swasta. Jadi seperti sekolah, ada sekolah negeri dan sekolah swasta.

Menerapkan sistem homeschooling untuk belajar di rumah sangat cocok untuk kondisi di luar rumah yang tidak memungkin entah karena terisolasi karena corona, tempat sekolah yang berbahaya atau kondisi yang tak memungkinkan lainnya. Akan tetapi juga bagus dalam kondisi baik-baik saja atau normal kondisi. Namun anda yang lebih berhak untuk memilih.








Berlangganan via Email